Bank Century Lagi Hidup Mati

  • 2018-09-17 penulis : dahan iskan
  • Editor :husnun
  • dibaca :1188
Bank Century Lagi Hidup Mati

Catatan Dahlan Iskan

Kasus Bank Century hidup lagi. Mati lagi. Di luar negeri. Lebih tepatnya akan hidup-mati terus.

Yang menghidupkan dan mematikannya itu media dari Hongkong: Asia Sentinel. Media online. Tapi dikenal sangat serius. Reputasinya tinggi. Independen. Profesional.

Tapi kali ini agak aneh.

Tanggal 12 September lalu media itu membuat heboh. Di Indonesia. Partai Demokrat merasa dirugikan. Akan mensomasinya. Sebelum somasi dilayangkan berita tanggal 12 September itu tidak ada lagi.

Berarti hanya tiga hari berita itu mejeng di Asia Sentinel. Tanpa pemberitahuan: mengapa berita itu dicabut. Juga tidak ada permintaan maaf.

Orang media bisa bingung. Apa yang terjadi. Kalau pencabutan itu karena Asia Sentinel merasa bersalah harusnya minta maaf. Kalau tidak minta maaf mestinya tidak merasa bersalah. Itulah uniknya media online. Yang tidak akan terjadi pada media cetak.

Di media cetak sebuah berita abadi adanya. Termasuk berita salah. Tidak bisa dicabut. Tidak mungkin. Sudah terlanjur dicetak. Terlanjur beredar. Kalau berita koran itu salah harus diralat. Kalau merugikan orang lain harus meralat plus minta maaf.

Di online ada enaknya. Pernah tulisan saya salah menyebut tahun. Begitu pembaca meluruskannya langsung bisa diubah.

Di koran tidak bisa. Yang sudah terlanjur beredar abadi adanya.

Tapi berita online itu kan juga sudah beredar. Sudah disimpan orang. Dalam file. Bahkan sudah diprint juga.
Ahli kode etik tentu tertarik mendiskusikannya. Pun para ahli hukum pers.

Asia Sentinel mestinya tidak main-main. Pimrednya wartawan senior: John Berthelsen. Lahir di California. 30 tahun jadi wartawan. Di Asia.  Pernah tinggal di berbagai negara Asean. Kini umurnya sekitar 82 tahun.

Berthelsen asli seorang  wartawan. Kuliahnya di California State University di  Chico. Sastra Inggris. Kira-kira 130 km di utara  San Fransisco.

Koran pertama tempatnya bekerja adalah Sacramento Bee: bacaan saya setiap ke Sacramento. Ibukota California. Waktu itu. Kalau lagi nengok anak saya yang kuliah di sana.

Berita Terkait

Baca Juga