Kisah Perempuan Indonesia 'diperdagangkan' ke Cina, dengan Modus Pernikahan

  • 2018-09-19
  • Editor :goly
  • dibaca :5563
Kisah Perempuan Indonesia 'diperdagangkan' ke Cina, dengan Modus Pernikahan Salah satu dari 11 perempuan Indonesia yang mengaku diperdagangkan ke Cina dengan modus pernikahan dirawat di sebuah klinik di Cina setelah mengalami penyiksaan

JAKARTA - Permintaan tolong diungkapkan seorang perempuan berinisial LL, dari sebuah telepon seluler. Nadanya terdengar meratap.
"Tolong saya, saya sangat menderita di sini. Saya ingin pulang, saya mohon. Saya di sini seperti hewan layaknya, bukan diperlakukan seperti manusia. Tolong siapapun yang mendengar ini."


Dia mengaku termakan bujuk rayu sejumlah orang untuk menikah dengan pria asal Cina dengan iming-iming hidup senang dan kaya.
"Saya ingin memberitahukan bahwa saya di Cina diperlakukan dengan sangat tidak layak. Suami memukul saya, menampar saya sampai memar-memar, sampai kepala saya dibacok. Lima bulan saya diperlakukan tidak baik di sini, sampai saya juga tidak bisa bertahan."

 

Kisah LL diawali kunjungan seorang perempuan tak dikenal ke rumah orang tuanya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Januari 2018. Perempuan yang memperkenalkan diri sebagai Vivi itu datang bersama seorang pria warga negara Cina. Kunjungan itu hanya berlangsung sekitar 30 menit. Namun, dalam pertemuan singkat tersebut terjadi perjodohan antara LL dengan pria asing tersebut.


LL diiming-imingi uang bulanan sebesar Rp3 juta, pulang kampung setiap tiga bulan sekali, dan diperbolehkan membawa keluarga ke Cina. Itu belum termasuk uang mahar senilai Rp5 juta.
Uang tersebut diserahkan pria Cina itu kepada IS, ibu LL. Belakangan, Polda Jawa Barat menetapkan Vivi dan pria tersebut sebagai tersangka pelaku perdagangan orang dengan modus perjodohan.

 

Disekap dan disiksa
Selang beberapa hari setelah pertemuan di rumah keluarganya, LL dibawa ke sebuah apartemen di Jakarta. Di sana, dia berkumpul bersama beberapa perempuan lain, yang juga akan diperistri sejumlah pria di Cina.
Pada 16 Januari 2018, LL berangkat ke Cina bersama dua perempuan lain.


Setelah menikah, dia tinggal bersama suaminya di Desa Weijahe, Kota Taihu Anging, Provinsi Anhui, Cina.
Awalnya semua berjalan sesuai janji. Bahkan, LL mengaku sempat mengirim uang

Berita Terkait