Siswa SDN Sukoharja I Hilang, Keluarga Menyakini Diculik

  • 2018-09-19 penulis : Amanda Egatya
  • Editor :junaedi
  • dibaca :4002
Siswa SDN Sukoharja I Hilang, Keluarga Menyakini Diculik Mochammad Hanifiadi Setiawan (insert) yang dilaporkan hilang dan kedua orangtuanya.(ist)

MALANG-Seorang siswa sekolah dasar dilaporkan hilang. Dia adalah Mochammad Hanifiadi Setiawan, 11 , siswa kelas VI SDN Sukoharjo I, Malang. Orang tuanya menduga anaknya menjadi korban penculikan.

Keyakinan itu didasari ada informasinya  korban dibawa orang dewasa. Hilangnya warga Jalan Prof. Moh Yamin, Kota Malang itu sudah dilaporkan ke polisi.

Bocah ini tak diketahui rimbanya sudah hampir satu bulan. Tepatnya meninggalkan  rumah  sejak 23 Agustus 2018. Keluarga sudah mencari keberadaan korban yang akrab disapa Adi ke berbagai tempat. 

Kedua orang tua Adi, Ari Setiawan dan sang istri, Hanifa ditemui Malang Post di rumahnya masih terlihat sedih. Menurut mereka, sebelum meninggalkan rumah, Adi tidak ada masalah apapun, baik dengan keluarga maupun teman-temannya. 

"Anaknya itu diam, ndak aneh-aneh. Wajar seperti anak sebayanya," terang Ari Setiawan.

Orang tuanya menduga, Adi menjadi korban penculikan. Sebab, ketika ia share melalui facebook, ia sering mendapat informasi dari warga sekitar bahwa Adi dibawa oleh pria dewasa. 

"Setiap ada informasi apapun dan di manapun, saya kroscek. Saya cari ke terminal Arjosari, Tumpang, Alun-Alun, sekitar pasar, terminal Landungsari masih tidak ketemu. Saya berhenti jualan kue demi mencari anak saya," urai dia.

Sekitar 1 Juli 2018 lalu, Adi pernah pergi meninggalkan rumah. Sekitar pukul 01.00 dini hari, ia pergi seorang diri. Kemudian, keesokan harinya, pulang diantar polisi. Adi ditemukan di perbatasan menuju pulau Madura. 

"Dia pergi sendiri. Kami juga langsung lapor polisi. Alhamdulillah ketemu. Ketika itu, ia bilang mau cari pondok ke Madura," ungkap dia. 

Setelah itu Adi menjalani hari-hari seperti biasanya. Pergi ke masjid dan ke sekolah seperti biasanya.

Tetangga korban, M. Isro’ Bachtiar mengungkapkan, sekitar pukul 15.45, Kamis (23/8), korban berpamitan kepada ibunya untuk mengikuti tiba’an di Masjid An Nur di sekitar kawasan rumahnya. 

“Dia anaknya pendiam dan rajin pergi ke Masjid. Sering mengikuti diba’an,” terang pria yang dipercaya pihak

Berita Terkait