Palsukan Dokumen Bapak-bapak Ini Bobol BPR Rp 225 Juta

  • 2018-09-20 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1992
Palsukan Dokumen Bapak-bapak Ini Bobol BPR  Rp 225 Juta Tersangka Wahyudi alias Yudi dan R. Soni Pursita Yuana alias Soni, yang diamankan Satreskrim Polres Malang. (agung)

MALANG- Tiga orang pelaku pembuat surat dokumen palsu untuk syarat kredit bank ditangkap Satreskrim Polres Malang. Akibat ulah mereka ini salah satu Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di wilayah Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang dirugikan sekitar Rp 225 Juta.

Kasubag Humas Polres Malang, Ipda Eka Yuliandri Aska, ketika pelaku itu adalah Agus Winarko, 31, warga Dusun Pendem, Desa Jatisari, Pakisaji dan Wahyudi alias Yudi, 36, warga Desa Sutojayan, Pakisaji serta R. Soni Pursita Yuana alias Soni, 32, warga Jalan Bandulan Gang VIII, Sukun. Kota Malang.

"Ketiganya ditangkap secara terpisah. Tersangka Agus, yang kali pertama diamankan. Baru kedua tersangka Yudi dan Soni," jelasnya, Kamis (20/9). 

Menurutnya, tiga tersangka ini memiliki peran sendiri-sendiri. Tersangka Agus sebagai pemohon kredit ke bank. Sedangkan tersangka Yudi dan Soni yang membuatkan dokumen palsu.

Terbongkarnya kasus penipuan ini berawal setelah kredit yang diajukan tersangka Agus cair. Namun pada saat masa angsuran, yang bersangkutan tidak memenuhi kewajiban angsurannya hingga beberapa bulan. Bahkan ketika ditagih, tersangka berusaha menghindar.

Pihak bank yang curiga lantas mengecek SIUP dan TDP yang dikeluarkan Dinas Perizinan dan Disperindag Kabupaten Malang. Begitu dicek ternyaa SIUP dan TDP yang dipakai untuk persyaraktan kredit itu palsu. Kedua dinas sama sekali tidak pernah mengeluarkan izin kepada Agus Winarko. 

Mengetahui itu, bank segera melaporkan ke Polres Malang. Pada 14 Juli 2018 lalu. Satreskrim Polres Malang langsung menangkap dan menahan Agus Winarko. Dari penangkapan Agus, berkembang pada tersangka Soni dan Yudi. 

"Untuk tersangka Agus Winarko, perkarakan sudah kami kirim ke Kejaksaan Negeri Kepanjen, pada tanggal 11 September lalu karena berkas sudah dinyatakan lengkap atau P21," terang Eka Yuliandri Aska. 

Sementara itu, dalam pengakuan Yudi, dari pencairan pengajuan pinjaman ke bank itu  ia mendapatkan komisi 5 persen dari pinjaman yang cair. 

"Komisi 5 persen itu, tidak saya sendiri. Tetapi kami bagi rata,"

Berita Terkait

Baca Juga