Debt Collector Jabel Motor Nyaru Polisi, Ditangkap

  • 2018-09-21 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :2034
Debt Collector Jabel Motor Nyaru Polisi, Ditangkap Dua debt collector yang diamankan polisi setelah beraksi di kawasan Jalan Raya Karanglo, Desa Banjararum, Singosari.

MALANG – Dua orang debt collector berurusan dengan penegak hukum. Itu lantaran keduanya menyaru sebagai anggota polisi lengkap dengan lencananya untuk menjabel motor kreditan di Jalan Raya Karanglo, Kabupaten Malang. 

Mereka adalah Yudianto, 43, warga Dusun Paretinap-Parerejo, Purwodadi dan Anang Setiawan, 43, warga Desa Pakisjajar, Pakis, Kabupaten Malang. 

Keduanya menurut Kanit Reskrim Polsek Singosari, Iptu Supriyono masih dalam pemeriksaan di kantor polisi. Kasusnya juga sedang dalam penanganannya. 

“Barang bukti yang diamankan antara lain sepeda motor Honda Beat hitam, motor Honda Beat putih (sarana kejahatan), satu tas pinggang cokelat, serta satu buah lencana berlogo polisi,” ujarnya, Jumat (21/9).

Dari keterangan yang dihimpun, peristiwa ini terjadi pertengahan September 2018 lalu. Awalnya, Sukrip, 51, warga Dusun Patokpicis, Kecamatan Wajak, berkendara di kawasan Karanglo sore hari. 

Sukrip membonceng istri dan anaknya yang masih kecil menggunakan Honda Beat, W 3988 WV. 

Namun tiba-tiba dihentikan tiga orang tak dikenal yang berpakaian preman. Mereka memaksa Sukrip menghentikan motornya.

Merasa tak kenal, Sukrip tetap berkendara. Namun, motornya dipepet oleh para pelaku dan akhirnya Sukrip berhenti.

Saat itulah salah seorang pelaku menunjukkan lencana berlogo polisi. Korban lalu diminta untuk mendatangi kantor polisi setelah sepeda motor dikuasai para pelaku. 

Tapi bukan dibawa ke kantor polisi, korban malah diantarkan ke sebuah kantor finance di Jalan Ciliwung, Kota Malang.

Di kantor itu, korban diminta melunasi utangnya sebesar Rp 5 juta. Korban tidak terima dengan perlakuan debt collector yang menipu dan mengancamnya dengan lencana polisi. Sehingga, korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Singosari. 

Menurut Supriyono, tindakan pelaku nyaru sebagai petugas polisi serta mengancam dan memeras korban, sudah dianggap memenuhi pasal 368 KUHP.(fin)

Berita Terkait

Baca Juga