Siswa SD Yang dilaporkan Hilang Ternyata Diculik Pak Gurunya, Begini Kejadiannya

  • 2018-09-22 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :4452
Siswa SD Yang dilaporkan Hilang Ternyata Diculik Pak Gurunya, Begini Kejadiannya Tersangka Sobirin guru siswa yang ditangkap dan ditembak kaki kanannya.(agung)

MALANG- Kasus hilangnya siswa SD berinisial LB (bukan LTJ),9, terkuak. Anggota Jatanras Satreskrim Polres Malang, berhasil menangkap Sobirin, 40, seorang guru tidak tetap di sekolah korban, Sabtu (22/9).

Tak hanya itu, polisi juga terpaksa menembak kaki kanan Sobirin dalam penangkapan itu. Guru ekstrakulikuler, seni musik dan lukis ini  sempat melawan saat ditangkap.

Sedangkan LB, siswa kelas IV salah satu MI di Desa Karangduren, Pakisaji, Kabupaten Malang, berhasil diselamatkan polisi dan kondisi sehat-sehat saja..

 “Anggota melakukan pelacakan ke daerah tersebut, berdasarkan informasi masyarakat yang masuk ke kami,” ungkap Wakapolres Malang, Kompol Yoghi Setiawan kepada wartawan, Sabtu (22/9).
   
Dijelaskan, LB dilaporkan keluarga tidak pulang setelah berangkat sekolah sejak Rabu (19/9). Saat itu, polisi menerima informasi, korban sedang mengikuti pelajaran di kelasnya, dipanggil oleh tersangka. 

“Tersangka mengajak korban pergi,” ujarnya.

Alasannya, korban diajak mencari sepeda ontel miliknya yang hilang dibawa kabur seseorang. 

“Sepeda milik korban tidak hilang. Tetapi dari keterangan beberapa saksi yang kami mintai keterangan, sepeda itu disembunyikan tersangka,” terang Yoghi, sapaannya. 

Polisi segera mencari pelaku. Pengejaran dilakukan.
“Kamis malam, kami langsung melakukan penyisiran bersama anggota. Korban sempat mendengar teriakan anggota, tetapi dia tidak berani berteriak minta tolong karena takut,” sambung Kasatreskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, yang memimpin penangkapan itu.
 
Setelah tiga hari diburu, pagi tadi, polisi mendapat informasi dari warga yang melihat pelaku dan korban di Lembah Paini. Petugas langsung menyisir dan melakukan penggrebekan hingga berhasil menangkap Sobirin  dan menyelamatkan korban LB. Dalam penangkapan, Sobirin malah melakukan perlawanan. 
Petugas sempat memberi peringatan, namun tidak digubris. Betis kanannya pun terpaksa ditembak untuk melumpuhkan. 

“Dia kami jerat dengan Pasal 330 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” papar Adrian.(agp) 

Berita Terkait

Baca Juga