Gereja Itu Bernama Abbalove

  • 2018-09-23 penulis : dahan iskan
  • Editor :husnun
  • dibaca :1071
Gereja Itu Bernama Abbalove

Justru di Amerika. Minggu lalu. Saya baru tahu. Di Indonesia ada gereja bernama ini: Abbalove.

Saya tidak menyangka. Akan semeja di restoran Italia. Di Houston, Amerika. Makan malam bersama. Dengan wanita muda. Cantik pula. Elizabeth namanya.

Dia wanita Indonesia. Tinggal di Houston sudah lama. Kelahiran Mamassa. Di pedalaman Sulawesi sana.

Dia pastor. Baru 1,5 tahun terakhir ini. Pastor di Amerika.
”Gerejanya apa?,” tanya saya.
”✺*@눈_눈,” jawabnya.

Dengan suara yang jelas.
Saya menelengkan telinga. Merasa tidak mendengar apa-apa.

Belum pernah saya mendengar deretan huruf itu. Belum pernah mendengar ada gereja bernama seperti yang diucapkannya.

Padahal, rasanya, saya begitu banyak punya teman dari gereja. Begitu sering datang ke perayaan Natal mereka.
”Ejaannya gimana?,” tanya saya.

”Belum pernah dengar ya?,” tanyanya balik.

”Maafkan. Belum pernah,” jawab saya.

Wanita itu mengeja. Dua kali. Ternyata bunyinya ini: Abbalove.

Dari kata Abba dan Love.
Abba berasal dari bahasa Ibrani. Lebih tepatnya dari bahasa Aramaic. Satu bahasa yang digunakan dalam pergaulan Yesus. Saat kecil. Itu menurut Elizabeth.

Dalam bahasa Arab abba itu menjadi abah. Artinya ayah.
Penamaan Abbalove, kata Elizabeth, memang untuk mencerminkan cinta sesosok bapak. Yesus. Pada anaknya sendiri. Bukan sekedar cinta pada orang lain. Kasih tak terbatas. Tak bersyarat.

Gereja ini lahir di Indonesia. Di Jakarta. Yang mendirikan adalah Pastor Eddy Leo. Saat ia masih mahasiswa. Kini, 30 tahun kemudian, baru punya empat gereja. Yang di Jakarta.

Gereja kelimanya justru lahir di Amerika. Di Los Angeles. Patornya seorang dokter. Juga asal Indonesia: Pastor Philip Adidaja.

Di Indonesia pastor identik dengan pemimpin agama Katolik. Pemimpin gereja Protestan biasa disebut pendeta.

Di Amerika sebutannya sama: Pastor.

Tidak hanya Abbalove yang masuk Amerika. Banyak juga gereja asal Indonesia. Yang ‘ekspor’ ke Amerika. Bethany, misalnya. Ada di mana-mana. Saya pernah ke yang di Philadelphia.

Banyak juga pastor kita yang khotbahnya di sana. Yang paling terkenal tentu

Berita Terkait

Baca Juga