Polisi Tetapkan Delapan Oknum Bobotoh Tersangka Pengeroyokan Suporter hingga Tewas

  • 2018-09-24
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1629
Polisi Tetapkan Delapan Oknum Bobotoh Tersangka Pengeroyokan Suporter hingga Tewas Oknum Bobotoh berawal dari sweeping, menganiaya suporter yang diduna Jakmania hingga tewas.(dok.cnn-indonesia)

BANDUNG-Polisi menetapkan delapan orang sebagai tersangka pengeroyokan suporter di stadion Gelora Bandugn Lautan Api (GBLA), Bandung Minggu (23/9).

Sementara korban pengeroyokan itu adalah Haringga Sirilla, 23. Diduga suporter Persija. Ia memiliki KTP Jakarta dan datang sendirian menonton pertandingan Persib melawan Persija itu. Korban menggunakan sepeda motor.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung Ajun Komisaris Besar M. Yoris Maulana, delapan tersangka sudah ditetapkan sebagai tersangka pasca penganiayaan terhadap korban berlangsung di area parkir Stadion.

Ke delapan orang itu adalah berinisial B, 41;  GA, 20 ; CG, 20; AA, 19; DS, 19; JS,31 ; SMR, 17, dan DFA 16.

Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan dan tak menutup kemungkinan ada pelaku lain dalam kejadian yang menewaskan anggota The Jakmania tersebut.

"Upaya ke depan kita akan melakukan pengejaran pelaku," ujar Yoris Mapolrestabes Bandung, Senin (24/9).

Yoris mengatakan kejadian pengeroyokan terhadap Haringga terjadi di kawasan parkir Stadion GBLA, sekitar pukul 13.00 hingga 14.00 WIB.

Bermula ketika Haringga dicegat sweeping oknum Bobotoh di area parkir stadion GBLA. Haringga saat menggunakan sepeda motor melintas di depan GBLA.

"Dan ternyata dilakukan sweeping oleh anak-anak dari Bobotoh sehingga mereka mendapatkan ada satu orang diduga Jakmania yang memiliki KTP dari Jakarta," ujarnya.

Setelah itu, Haringga dikeroyok berkali-kali dengan balok, helm, kaca, dan keling tangan. Yang lainnya memukul dengan tangan dan kaki hingga menyebabkan korban pada saat itu meninggal dunia di lokasi.

"Korban datang sendiri di Bandung dijemput temannya ke stadion pakai motor. Korban tidak pakai atribut," kata Yoris menerangkan seraya menambahkam kejadian berlangsung di depan gerbang biru.

Yoris menyebut semua tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan korban meninggal dunia.

"Sampai saat ini terhadap pada pelaku masih dilakukan penyidikan di Satreksrim guna mempertanggung jawabkan perbuatannya," kata Yoris.

Ia menjelaskan, polisi melakukan penangkapan terhadap pelaku beberapa saat

Berita Terkait

Baca Juga