BOPI Minta PSSI Hentikan Sementara Liga 1sampai Kasus Suporter Tewas di Bandung Ditangani Tuntas

  • 2018-09-24
  • Editor :husnun
  • dibaca :1531
BOPI Minta PSSI Hentikan Sementara Liga 1sampai Kasus Suporter Tewas di Bandung Ditangani Tuntas ilustrasi kerusuhan suporter sepakbola.(dok.okezone.com)

JAKARTA-Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) mendesak PSSI hentikan kompetisi Liga 1 2018 hingga ada langkah konkret terkait kasus kematian suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, di Bandung, Minggu (23/9).

"Mulai besok, dalam waktu sepekan ini, hentikan dulu kegiatannya sampai ada langkah konkret dari federasi [PSSI] untuk menanggulangi hal ini. Kalau mereka bisa lebih cepat untuk menangani hal ini, lebih baik untuk kita bersama kan?" kata Ketua Umum BOPI Richard Sam Bera  dalam konferensi pers di Kantor Kemenpora, Senin (24/9).

Kompetisi Liga 1 2018, yang mempertemukan Persib Bandung dan Persija Jakarta di Bandung, Minggu (23/9) membawa korban jiwa.  Anggota The Jakmania, Haringga Sirla, meninggal setelah dikeroyok para Bobotoh, suporter Persib. Kejadian itu di area parkir Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), sebelum laga digelar.

Richard tak menyangkal, desakan BOPI terhadap PSSI untuk sejenak menghentikan kompetisi bisa menciptakan polemik di antara elemen sepak bola, terutama pihak klub Liga 1 2018.

"Intinya adalah mengeluarkan suatu produk yang menyelesaikan permasalahan sekarang. Klub itu bagian dari liga ini. Jika ini untuk menuju kebaikan, klub seharusnya mendukung," ucap Richard.

BOPI lantas memberikan ultimatum selama sepekan kepada PSSI untuk mengambil keputusan tegas yang memberi efek jera. 

"Insiden tewasnya suporter atau apapun elemen di olahraga profesional harus dihentikan. Kami mendesak PSSI jatuhkan sanksi tegas yang punya efek jera. Jadi tidak lagi sanksi normatif."

"Satu nyawapun tidak diperbolehkan lagi karena ini tidak merepresentasikan olahraga manapun. PSSI harus menjamin ini tidak terjadi di kemudian hari. Atas nama BOPI, itulah sikap kami. Kami tunggu dari PSSI dulu, jangan terlalu meloncat ke depan," ujar Richard. 

Berita Terkait