Menpora Minta PSSI Hentikan Dua Pekan Liga 1 dan 2 sebagai Bentuk Berduka dan Perbaikan Diri

  • 2018-09-25
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1260
Menpora Minta PSSI Hentikan Dua Pekan Liga 1 dan 2 sebagai Bentuk Berduka dan Perbaikan Diri Menpora Imam Nahrawi menegaskan pemerintah mendesak PSSI untuk menyetop kompetisi profesional Indonesia, Liga 1 dan 2, selama dua pekan. (dok.cnn-indonesia)

JAKARTA- Menpora Imam Nahrawi menegaskan pemerintah mendesak PSSI untuk menyetop kompetisi profesional Indonesia, Liga 1 dan 2, selama dua pekan. 

Desakan itu menyusul aksi kekerasan suporter yang menewaskan fans lain di gelaran Liga 1. Pendukung Persija Jakarta, Haringga Sirla, meninggal usai dikeroyok sejumlah Bobotoh di parkiran Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (23/9).

Pengeroyokan tersebut terjadi hanya beberapa saat sebelum laga Persib vs Persija di Stadion GBLA.

"Pemerintah sudah dapat laporan dari berbagai pihak. BOPI [Badan Olahraga Profesional Indonesia] sudah lakukan pertemuan, pemerintah meminta liga sepak bola berhenti sementara selama dua pekan," kata Imam.

Penghentian sementara kompetisi Liga 1 itu, lanjut Imam, sebagai bentuk penghormatan penghormatan atas duka yang dialami pihak keluarga serta kerabat yang ditinggalkan.

"Ini sebagai bentuk bela sungkawa nasional, dan ini momentum introspeksi, bahwa satu nyawa sangat mahal dibanding dengan sepak bola," kata Imam.

Meski diberi waktu dua pekan, penangguhan kompetisi tak serta merta bisa dicabut sebelum PSSI membuat langkah nyata menindaklanjuti insiden pengeroyokan hingga menyebabkan suporter meninggal dunia.

"Di saat penghentian kompetisi ini, kami minta nanti PSSI dan operator [liga], melakukan hal luar biasa, maka harus ada upaya luar biasa, tegas, berani, tegakkan setegas mungkin kepada siapapun," ujar Imam.

Hingga berita ini diturunkan, PSSI belum menyampaikan sikap resmi terkait aksi brutal yang menyebabkan Haringga meninggal di laga Persib vs Persija.

"Olahraga seharusnya jadi wadah pemersatu bangsa juga hiburan dan wahana untuk prestasi, bukan arena peperangan atau kerusuhan. Sepak bola harus penuh kebahagiaan, kebersamaan, dan persatuan bagi seluruh lapisan masyarakat."

"Olahraga bukan tempat mengungkapkan kebencian, apalagi melahirkan permusuhan satu sama lain. Kejadian kemarin [kasus pengeroyokan oleh Bobotoh] sangat keji, tidak berprikemanusiaan dan tak bisa diterima akal sehat. Sangat mengerikan karena anak-anbak di bawah 20 tahun bisa melakukan [pengeroyokan] seperti itu," kata Imam.

Dalam kesempatan itu, Menpora juga

Berita Terkait

Baca Juga