Mayor Gadungan Diringkus setelah Tipu Korbannya Rp 88 Juta

  • 2018-09-26 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1431
Mayor Gadungan Diringkus setelah Tipu Korbannya Rp 88 Juta Tersangka Teguh Cahyono Putro(kedua dari kiri) yang ditangkap berikut barang buktinya.(agung)

MALANG- Mengaku sebagai anggota di TNI AD berpangkat Mayor, Teguh Cahyono Putro ditangkap unit Reskrim Polsek Godanglegi, Kabupaten Malang. Selama dalam praktiknya  itu pecatan prajurit kepala (praka) TNI AD bisa meraup hingga Rp 88, 7 juta.

Saat diringkus petugas di menipu  Rp  88,7 juta. Modusnya dengan menawarkan kepada korbannya menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan TNI AD. 


Warga Tulangan, Sidoarjo yang tinggal di rumah kontrakan di Desa Rembun, Dampit ini, dibekuk di rumah korbannya. 


Ia ditangkap setelah dipancing petugas dengan korbannya Sunanik, 46, warga Dusun Krajan, Desa Putat Lor, Gondanglegi. Tersangka yang datang untuk mengambil uang di korbannya segera disergap petugas. 

"Pengakuannya baru satu korban saja di wilayah Gondanglegi. Namun kami masih tetap mengembangkan kasusnya, apakah ada korban penipuan lainnya," kata Wakapolsek Gondanglegi, AKP Agus Priyono, Selasa (25/9).
 
Penipuan yang dilakjukan tersangka ini berawal dari perkenalannya Sunanik sekitar 15 tahun lalu. Ketika itu, suami  Sunanik masih hidup dan Teguh masih aktif sebagai anggota TNI AD. 

Penipuannya bermula seperti pengakuan tersangka kepada petugas, bulan Mei 2018 lalu. Ketika itu tersanagka datang ke rumah korban.

 "Dia (tersangka) memakai seragam tentara dengan pangkat mayor," terang Sunanik, ketika ditemui di Polsek Gondanglegi. 

Tersangka saat itu memberi informasi ada perekrutan PNS di TNI AD. Tersangka memastikan bisa membantu korban untuk memasukkan anaknya menjadi PNS.  Merasa sudah kenal, korban tidak curiga. 

Sunanik mendaftarkan dua anaknya, dengan mengisi blangko yang diserahkan Teguh. Yakni atas nama Erni Sofia, 26 dan Dinda, 19. Dari dua anak yang didaftarkan itu, untuk bisa lolos dan masuk PNS TNI AD, Teguh meminta uang Rp 300 juta. 

Tak hanya itu, pria 49 tahun itu juga meminta biaya administrasi sebesar Rp 10 juta. Pembayarannya dilakukan dengan cara mencicil. Mulai Rp 3 juta sampai Rp 20 juta, hingga total uang

Berita Terkait

Baca Juga