Mengaku Berpangkat Mayor Penipu Ini Bisa Raup Rp 1,5 Miliar dari Korbannya

  • 2018-09-26 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :1284
Mengaku Berpangkat Mayor Penipu Ini Bisa Raup Rp 1,5 Miliar dari Korbannya Mengaku anggota TNI tersangka Teguh Cahyono Putro (nomor dua dari kiri) bisa raup rp 1,5 dari korbannya.(agung)

MALANG-Praktik penipuan yang dilakukan Teguh Cahyono Putro dengan menyaru sebagai anggota TNI AD berpangkat Mayor ternyata bisa meraup Rp 1,5 miliar. Sesuai pengakuannya, uang itu didapat dari empat orang korban. 

Pria yang menikah dengan warga Desa Druju, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang ini melakukannya sejak tahun 2003 lalu. Ia bisa melakukan dengan mulus lantaran dia memang pecatan anggota TNI AD. Terakhir ia dipecat dengan pangkat Praka. Ketika itu ia bertugas di Ajendam V Brawijaya, Malang.


Dalam catatan TNI, dia diberhentikan dengan tidak hormat pada Januari 2017 lalu, Teguh sudah disersi sejak 2003. Ia tidak pernah berdinas karena melakukan penipuan ketika masih aktif sebagai anggota TNI AD. Modusnya sama, menawari korban masuk sebagai anggota TNI. 

"Saya disersi sejak 2003. Setelah itu sudah tidak pernah masuk dinas, sampai surat resmi pemecatan keluar pada Januari 2017," kata Teguh kepada  petugas.
 
Tak hanya di situ saja. Dia mengakui tahun 2016, menjalani proses hukum, ditahan di LP Tulungagung, karena menipu empat orang. Modusnya berkedok sebagai perwira TNI AD dengan pangkat kapten.  

Empat korban penipuannya saat itu dijanjikan akan dimasukkan sebagai anggota TNI AD. Dari empat korban tersebut, tersangka meraup uang sebesar Rp 1,5 miliar. Atas penipuannya itu, Teguh dihukum setahun. 

Hasil penipuannya disebutkan telah habis. Selain untuk membeli motor gede (moge), juga digunakan untuk membayar utang. Sisanya habis untuk mencukupi kebutuhan keluarga. 

Barang bukti yang ikut diamankan petugas berupa blangko serta stempel, diakui sisa dari penipuan pertama.  

Sedangkan pakaian seragam TNI AD, diakuinya membeli dari salah satu toko di Kota Malang. "Saya membeli seragam dan pangkat itu dari Toko Saguanto, di Malang," ucapnya. 

Polisi kini masih terus mengembangkan kasusnya, karena dugaan ada korban penipuan lainnya. "Masyarakat yang pernah tertipu oleh tersangka untuk melaporkan ke Polsek Gondanglegi," imbau Wakapolsek Gondanglegi,

Berita Terkait

Baca Juga