Berdalih Bisa Bebaskan Utang, Warga Tumpang Setubuhi Ibu dan Putrinya Yang Belia

  • 2018-10-12 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :7821
Berdalih Bisa Bebaskan Utang, Warga Tumpang Setubuhi Ibu dan Putrinya Yang Belia Tersangka Alimad yang kini harus mempertangung-jawabkan perbuaannya.(ist)

MALANG– Berdalih mampu membebaskan utang lewat ritual pesugihan, Alimad, 45, tega berbuat asusila terhadap ibu dan seorang remaja putri di bawah umur. Bersyukur praktik bejat warga Dusun Krajan, Desa Duwet Krajan, Tumpang, Kabupaten Malang ini segera terkuak dan polisi pun bertindak.

Terbongkar kasus ini setelah korban berinisial FS, 12, warga Jabon Sidoarjo, bercerita kepada familinya dan telah diperlakukan tidak senonoh, dua kali oleh tersangka. Kasusnya pun dilaporkan ke polisi.

Laki-laki yang sering disebut Gus Ali ini segera ditangkap petugas Satreskrim Polres Malang di dekat masjid Jalan Raya Tumpang. Saat itu tersangka sedang  mengendarai pikap, N 9463 G. 

Diperoleh keterangan, perbuatan asusila terhadap FS, berawal dari utang yang menjerat keluarga korbannya.

Ayah FS lari dari kejaran debt collector. Sedangkan, ibu korban inisial RM, 28, yang putus asa,  mengenal sosok Alimad. Duda ini mengaku sebagai dukun pesugihan. Ibu korban mendapat tawaran ritual pesugihan dari Alimad untuk melepaskan diri dari jerat utang.

Syaratnya Alimad harus berhubungan badan. RM yang merasa tidak punya pilihan, rela melakukan ritual itu. Alimad pun melakukannya dengan RM. Sejak itu, RM tinggal di rumah Alimad dan tak pernah pulang ke Sidoarjo. 

Pada 18 Mei, korban dan neneknya diminta datang ke Tumpang oleh RM. Di rumah tersangka itulah FS dirayu dan dipaksa mengikuti ritual agar usaha ibunya sukses.

FS menolak. Tapi Alimad malah kalap dan menyeret FS ke dalam kamar dan memperkosanya. Kejadian itu kembali terulang saat korban kembali diminta datang ke Tumpang pada 22 Juni lalu. 

Korban yang menginap empat hari di rumah tersangka, kembali menjadi sasaran nafsu bejar tersangka.

Tak tahan mendapat perlakuan seperti itu, FS menceritakan kepada familinya. Dari cerita tersebut, famili yang tak terima melaporkan ke Unit PPA Polres Malang. Polisinya segera menyergap terangka.

Kasubbag Humas Ipda Eka Yuliandri Aska membenarkan pengungkapan kasus pemerkosaan ini. “Benar,

Berita Terkait

Baca Juga