Sembunyi di Plafon Rumah Pencuri Kayu Ini Disergap Petugas

  • 2018-10-18 penulis : Agung Priyo
  • Editor :junaedi
  • dibaca :591
Sembunyi di Plafon Rumah  Pencuri Kayu Ini Disergap Petugas Kedua tersangka Siono dan Rokim Edi Susanto, serta barang bukti potongan batang kayu yang diamankan di Mapolsek Donomulyo.(agung)

MALANG - Dua warga Dusun Sumbersih, Kedungsalam, Donomulyo, Kabupaten Malang ditangkap polisi karena diduga mencuri kayu milik Perhutani. Mereka adalah Siono, 41 dan Rokim Edi Susanto, 34.


Keduanya kini sedang dalam pemeriksaan di Polsek Donomulyo. Menyusul penangkapan yang dilakukan di rumah mereka oleh petugas gabungan Unit Reskrim Polsek Donomulyo  dan petugas Perhutani di rumah Siono. 

"Ketika kami gerebek, mereka berdua bersembunyi di atas plafon rumah. Sepertinya ketakutan saat akan ditangkap," kata Kanitreskrim Polsek Donomulyo, Ipda Arif Karnawan, Kamis (18/10). 


Menurut Arif, keduanya ditangkap karena kasus pembalakan liar. Mereka mencuri kayu Mahoni di petak 108 B milik Perhutani. Tepatnya  di Dusun Sumbersih, Desa Kedungsalam, Donomulyo. Pencurian itu dilakukan mereka tanggal 10 Oktober lalu. 


Modusnya menebang beberapa pohon, kemudian dipotong menjadi beberapa bagian. Setelah pohon  terpotong menjadi beberapa bagian, disembunyikan di belakang rumah Siono, dekat kandang sapi. 


Semula petugas sempat tertipu, karena rumah Siono saat itu dalam kondisi kosong. Namun setelah melihat bahwa pintu rumah terkunci dari dalam, petugas curiga kalau tersangka ada di dalam rumah. Pintu rumah itupun dibuka paksa.

 
"Saat itulah Kami temukan tersangka di plafon rumahnya," jelasnya. 


Saat itu Siono mengaku kalau dirinya tidak sendiri. Saat menebang pohon Mahoni, dilakukan dengan Rokim. Selanjutnya petugas mencari keberadaan Rokim di rumahnya. Rokim ditemukan petugas juga sembunyi di plafon rumah.


Dalam pemeriksaan, keduanya mengatakan kalau kayu hasil curian tersebut rencananya akan dijadikan arang. 


"Pengakuannya hanya sekali, dan kayu akan dibuat arang. Namun kami tidak yakin, karena ada kemungkinan akan dijual kepada orang lain," paparnya.(agp)

Berita Terkait

Baca Juga