Polres Makota Gagalkan Ribuan Botol Miras Oplosan Beredar di Karya Timur

  • 2018-10-22 penulis : Fino
  • Editor :junaedi
  • dibaca :682
Polres Makota Gagalkan Ribuan Botol Miras Oplosan Beredar di Karya Timur Kapolres Makota AKBP Asfuri didampingi Kasubbag Humas dan Kasatresnarkoba saat merilis penggerebekan miras di Jalan Karya Timur, Blimbing,Malang.(dicky)

MALANG- Ribuan botol minuman keras (miras) jenis arak digagalkan beredar oleh Polres Malang Kota (Makota). Menyusul penggerebekan toko miras eceran di Jalan Karya Timur, Malang, Senin (22/10). 


Ribuan botol yang sudah dibungkus karton, botol-botol kosong hingga tandon besar yang digunakan menampung jenis arak Tuban telah diangkut ke Polres Makota Jalan JA Suprapto, sebagai barang bukti. 


Kapolres Makota AKBP Asfuri didampingi Kasatresnarkoba AKP Syamsul Hidayat mengungkapkan, penggerebekan ini berawal dari informasi warga yang resah beredarnya miras di kawasan itu.


"Kami lanjut menggrebek. Jumlahnya barang bukti yang ditemukan cukup banyak," kata Asfuri kepada wartawan. 


Selain itu, polisi juga mengamankan tersangka berinisal JS, 52, warga Jalan Simpang LA Sucipto. Dia diduga mengoplos sekaligus  mengedarkan miras tersebut. 


Barang bukti yang diamankan antara lain 1.020 botol miras ukuran 1,5 liter siap edar, 679 botol miras ukuran 1 liter, 5 botol kecil ukuran 600 mili liter, 80 botol bir, 4 jurigen bibit miras isi masing-masing 25 liter, tandon serta berbagai alat dan botol kosong. 


Syamsul melanjutkan, ada indikasi miras murni itu dibeli dari Tuban. Kemudian dioplos di Malang lalu dijual lagi. Pengoplosan itu bertujuan untuk mencari keuntungan. 


Harga satu jurigen arak Tuban Rp 350 ribu dengan jumlah 25 liter. Diduga, miras ini lalu dioplos dengan cairan lain, agar pemilik mendapatkan keuntungan.


“Pelaku membeli bibit dari Tuban, lalu diduga dioplos di Malang, dan dijual lagi dengan keuntungan besar. Satu karton yang berhasil dijual, keuntungannya saja Rp 800 ribu,” tutup Syamsul..

Berita Terkait

Baca Juga