Beda Bersih karena Baru Dibersihkan

  • 2018-10-23
  • dibaca :555
Beda Bersih karena Baru Dibersihkan Ilustrasi

Saya kira hanya saya. Ternyata orang-orang asing juga berpikiran sama: Kota Pyongyang ini bersih sekali.

Saya bertanya ke beberapa turis dari Beijing. ”Saya juga tidak menyangka Pingrang sebersih ini,” ujar turis itu.

Ia seorang pengusaha konstruksi. Umur 60an tahun. Juga untuk pertama kali ke Korea Utara. Dengan rombongan 8 orang.

Kami ngobrol asyik dalam bahasa Mandarin. Saat makan pagi bersama. ”Anggota rombongan kami juga kaget. Kota ini bersih sekali,” kata istrinya.

Dalam bahasa Mandarin, Pyongyang disebut Pingrang (平壤). Tanah yang datar. ”Satu puntung rokok pun tak terlihat,” tambahnya.

Mereka sudah tiga hari di Pyongyang. Terheran-heran. Jauh dari yang mereka duga.
”Lebih bersih dari Singapura,” ujar turis Singapura itu. Agak berlebihan.

”Ini kota terbersih yang pernah saya kunjungi,” ujar turis Belanda. Yang rombongannya 20 orang. Semua naik kereta. Dari Beijing. Satu malam suntuk. Tepatnya 20 jam.

Turis Belanda ini senang sekali saya ajak berbincang. Setelah lebih dulu saya puji. ”Belanda sekarang hebat. Mengalahkan Jerman 3-0,” kata saya.

Mereka langsung bersorak. ”Sekarang kami calon juara dunia,” ujarnya.

Saya sendiri sudah dua hari di Pyongyang. Dari rencana lima hari. Juga terheran-heran.

Di Jakarta memang banyak lokasi indah. Makmur. Dan bersih. Seperti di SCBD. Tapi tidak jauh dari situ sudah terlihat kampung miskin. Kumuh. Kotor. Apalagi di bagian lain Jakarta. Banyak yang sangat parah. Miskinnya. Dan kumuhnya.

Di Beijing, Shanghai, Guangzhou juga begitu. Kemakmurannya campur dengan kemiskinannya. Kebersihannya rukun dengan kejorokannya. Keindahannya bergandengan dengan kekumuhannya.

Tidak di Pyongyang.

Memang tidak ada mall mewah. Tidak ada kompleks yang megah. Tidak ada hotel wah. Tapi juga tidak ada kaki lima. Tidak ada sampah.

Bahkan tidak banyak tong sampah. Di pinggir jalan sekali pun. Yang di negara kita sering terlihat tongnya pun sudah begitu jeleknya. Sudah menjadi sampah itu sendiri.

Kualitas jalan, kualitas berm, kualitas trotoar dan kualitas tamannya memang bukan yang

Berita Terkait

Baca Juga