Tanda Baca , Sebuah Ketukan Kecil yang Memuaskan | Berita Terbaru Hari ini

Close

Tanda Baca , Sebuah Ketukan Kecil yang Memuaskan

  • 2018-10-26
  • Editor :goly
  • dibaca :2781
Tanda Baca , Sebuah Ketukan Kecil yang Memuaskan Ilustrasi

KLIKAPA.com - Seiring perkembangan digital, teknik penulisan baku semakin ditinggalkan. Dengan menguasai teknik ini, tulisan Anda akan menarik perhatian dan otoritatif.


Tanda titik pada mesin tik lawas berbentuk titik hitam besar selebar ukuran huruf. Ketika komputer muncul, teknologi ini juga membawa jenis huruf ini dengan jarak proporsional dan tanda baca yang disusutkan menjadi sebuauh titik kecil.
Dampaknya adalah membuat tanda titik semakin tak berarti. Bagian paling penting dalam sebuah kalimat menjadi sekedar bintik , dapat otomatis dimasukkan, tapi mudah pula terlupakan. Lalu munculah ancaman lainnya, pesan pendek dan pertukaran pesan secara daring.


Bahasa visual dialogis gelembung pesan pendek dan siulan di seluruh penjuru ponsel anda menyediakan peran yang kecil untuk tanda baca. Satu baris kalimat tak membutuhkan tanda baca untuk menunjukkan kalimat itu telah berakhir. Sebagai ganti tanda baca, kita menekan tanda 'kirim'.


Akhir kalimat kini kerap ditandai sebuah kecupan atau emoji, bukan sebuah tanda baca. Sejumlah kajian menunjukkan, orang-orang cenderung membaca sebuah pesan yang diakhiri tanda baca sebagai hal kurang sopan atau agresif-pasif.
Kita hidup di era digital yang kerap menganggap bahwa tulisan sama dengan percakapan langsung. Kita mengirim surat elektronik, pesan pendek, dan memperbarui profil di media sosial di kereta yang sesak, kafe, jalan raya. Pada saat yang sama, kita juga berbicara.


Kita menulis seolah-olah kita sedang bertutur. Penulisan digital semacam ini sering dilakukan secara kilat dengan harapan mendapatkan respon yang cepat pula. Ini adalah cara berbincang yang agak terpotong-potong.


Namun menulis sebenarnya bukanlah perbicangan. Salah satu tujuan menulis efektif adalah menyimpan dan menyebarkan informasi tanpa perlu kehadiran fisik orang lain saat tulisan itu dibuat. Sepotong tulisan berada di ruang logikanya sendiri, dari tempat sang penulis diterbangkan, di tempat tak seorang lain dibutuhkan.


Jadi dengan berbagai jenis tulisan


BERITA TERKAIT