Medsos Lemah Verifikasi, Lihat di Media Mainstream | Berita Terbaru Hari ini

Close

Medsos Lemah Verifikasi, Lihat di Media Mainstream

Medsos Lemah Verifikasi, Lihat di Media Mainstream Kapolres Batu AKBP Budi Herwanto dalam acara Cangkrukan Kamtibmas Jumat (26/10/18)

Kampanye Pemilihan Presiden dan Pemilihan Legislatif akan menggunakan berbagai media untuk menarik para pemilih. Salah satu media yang paling banyak digunakan adalah media sosial (medsos) yang memiliki kecepatan dan jangkauan yang tak terbatas.

Hanya saja medsos memiliki banyak kelemahan terutama dari sisi akurasi informasi yang disampaikan. Tak jarang berita bohong (hoax) menyebar melalui medsos.

Kepolisian yang bertanggung jawab dalam  menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat membuat kewaspadaan khusus menghadapi fenomena ini. Karena, penyebaran hoax sudah sangat meresahkan masyarakat. Apalagi menjelang pelaksanaan Pemilu tahun depan, ekskalasi penyebaran hoax semakin meningkat.

Kapolres Batu AKBP Budi Herwanto, SIK, MSi mengatakan, saat ini pihaknya menyiagakan Cyber Patrol untuk mengantasipasi distribusi informasi terutama dari medsos. Tim khusus it uterus mengawasi berbagai mesos, seperti Facebook, Twitter, Blog, Whatsapps dan platform yang lain.

‘’Pada saat memasuki masa kampanye ini, kita intensifkan pengawasan media sosial untuk mengantisipasi penyebaran hoax,’’ ujar perwira yang akrab disapa Sam Buher itu.

Pernyataan itu disampaikan pada saat acara Cangkrukan Kamtibmas Kapolres Batu dengan para awak media dan netizen di pool side Hotel Kusuma Agro, Jumat malam (26/10/18).

Selaian Sam Buher, juga tampil dalam acara yang dikemas santai dan gayeng itu adalah Ketua PWI Malang Raya Ariful Huda, Komisaris Malang Post Husnun N Djuraid dan Adiek Iman Santoso dari Kominfo Pemkot Batu. Host Sarah Mawardi menjadikan acara dalam suhu yang dingin itu menjadi hangat penuh keakraban.

Buher menjelaskan, peredaran hoax di media sosial sudah sangat mengkhawatirkan. Pihak Polri sudah melakukan antisipasi untuk mengawasi pelakunya dan akan menindak dengan penerapan hukum yang berlaku.

Meskipun demikian, tidak cukup dari Polri saja, masyarakat juga harus lebih cerdas dalam memanfaatkan medsos. ‘’Banyak yang tidak tahu apa yang diterima dari medsos, yang penting langsung dishare,’’ terang alumni Akpol tahun 2000 tersebut.

Dia memberi tips kepada masyarakat dalam menghadapi medsos.


BERITA TERKAIT